Tersinggung & Mudah Marah? Mungkin Tanda Gangguan Kesehatan Mental
Pernahkah Anda menghadapi seseorang atau merasakan diri sendiri yang mudah tersinggung dan marah? Menurut para ahli psikologi, perasaan semacam ini bisa jadi merupakan indikasi adanya gangguan kesehatan mental. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Secara umum, perasaan tersinggung dan kemarahan sering kali muncul ketika seseorang mengalami ketidakstabilan emosional. Situasi yang tidak nyaman atau mengganggu bisa menjadi pemicu kemarahan yang tak terduga. Namun, jika kondisi ini sering terjadi, mungkin ada masalah yang lebih mendalam, seperti kecemasan atau depresi, yang memerlukan perhatian khusus. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal dengan istilah iritabilitas.
Apa Itu Iritabilitas?
Iritabilitas merujuk pada suasana hati yang ditandai dengan rasa jengkel, kesal, dan marah. Orang yang mengalami iritabilitas cenderung mudah tersinggung, tidak sabar, dan cepat marah. Mereka seringkali bereaksi dengan frustrasi bahkan terhadap hal-hal kecil yang seharusnya tidak memicu emosi negatif.
Abby Wilson, seorang pekerja sosial klinis berlisensi di Houston, Texas, menjelaskan bahwa iritabilitas adalah emosi alami manusia, namun jika dialami secara ekstrem, dapat mengindikasikan adanya masalah mendasar yang perlu ditangani. “Jika perasaan ini muncul dalam intensitas yang tinggi, kemungkinan ada gangguan yang lebih serius yang harus diatasi,” ujarnya dalam wawancara yang dilansir dari Forbes.
Gejala iritabilitas sering kali terkait dengan kondisi kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. Selain itu, masalah fisik, seperti cedera otak traumatis atau penghentian penyalahgunaan zat, juga dapat menyebabkan iritabilitas.
Gejala Iritabilitas
Steven Sultanoff, Ph.D., seorang psikolog klinis dan profesor di Sekolah Pascasarjana Pendidikan & Psikologi di Pepperdine University, menjelaskan bahwa orang yang mengalami iritabilitas mungkin akan menunjukkan beberapa gejala berikut:
– Kegelisahan yang berlebihan
– Kesulitan dalam berkonsentrasi
– Sering merasa murung
– Mudah frustrasi dan kesal
– Sikap agresif
– Gejala fisik seperti detak jantung yang cepat, ketegangan, dan rasa tidak nyaman pada kulit
Debra Stultz, M.D., seorang psikiater di Barboursville, West Virginia, menambahkan bahwa penyebab iritabilitas sangat beragam. Umumnya, gangguan sehari-hari seperti pertengkaran, masalah keuangan, atau tenggat waktu pekerjaan adalah pemicu utama. “Iritabilitas kronis dapat disebabkan oleh berbagai faktor psikologis dan fisiologis,” ujarnya.
Selain itu, iritabilitas bisa muncul pada individu yang didiagnosis dengan gangguan kecemasan atau depresi. Penelitian genetik juga menunjukkan bahwa sifat mudah tersinggung dapat diturunkan dalam keluarga tertentu.
Baca juga : Kucing Merasakan Kesedihan Saat Hewan Lain Meninggal
Cara Mengatasi Perasaan Mudah Tersinggung
Untuk mengatasi perasaan mudah tersinggung, para ahli kesehatan mental menyarankan beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah. Meskipun tidak ada pengobatan formal khusus untuk gejala ini, ada banyak cara yang dapat membantu meredakan kondisi tersebut. Abby Wilson menekankan pentingnya menemukan metode yang sesuai dengan individu dan memiliki keterampilan mengatasi emosi yang efektif.
Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi sifat mudah tersinggung dan marah:
– Batasi konsumsi kafein, seperti kopi dan teh, serta stimulan lain seperti tembakau
– Kurangi konsumsi alkohol
– Usahakan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam tanpa gangguan
– Identifikasi dan hindari pemicu perasaan mudah tersinggung
– Temukan aktivitas yang dapat membuat Anda rileks, seperti olahraga, membaca, atau mendengarkan musik
Jika perasaan mudah tersinggung dan marah terus mengganggu dan memengaruhi kehidupan sehari-hari, sangat penting untuk mencari bantuan dari penyedia layanan kesehatan mental. Intervensi profesional dapat membantu mengatasi masalah mendasar dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

