BAZNAS Luncurkan Beasiswa Riset untuk Mendukung Masa Depan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan Program Beasiswa Riset dengan tema “Peran Zakat dalam Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem” di Gedung BAZNAS, Jakarta Timur, pada Selasa (27/8). Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk berkontribusi pada investasi masa depan Indonesia melalui penelitian yang mendalam dan berkelanjutan.
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa Program Beasiswa Riset ini mencerminkan komitmen BAZNAS dalam menjadikan zakat sebagai solusi strategis untuk kebangsaan dan fondasi peradaban. “Program ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan zakat sebagai elemen penting dalam solusi kebangsaan, sekaligus mendukung fondasi peradaban yang lebih baik,” ungkap Saidah.
Saidah juga menambahkan bahwa program ini telah berjalan selama beberapa tahun dengan alokasi anggaran yang semakin meningkat. “Kami melihat anggaran untuk program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan keyakinan dan komitmen para peneliti, baik peneliti muda maupun penelitian khusus tentang keluarga zakat. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penelitian di Indonesia dengan anggaran yang semakin besar,” jelasnya.
Alasan Dukungan BAZNAS terhadap Penelitian Ini
Saidah menjelaskan beberapa alasan penting di balik dukungan BAZNAS terhadap penelitian ini. Pertama, riset dianggap penting untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi. “Inovasi yang dikembangkan melalui riset dapat meningkatkan kapasitas strategis kami dalam penggalangan dana serta tata kelola pendistribusian zakat,” tambahnya.
Kedua, riset ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi 25,4 juta mustahiq di Indonesia, termasuk 5,4 juta yang tergolong miskin ekstrem. “Kami berharap hasil riset ini akan menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup mustahiq melalui studi kesehatan, ekonomi, dan pengembangan ekonomi lainnya,” ujar Saidah.
Baznas juga memfokuskan pada dua sektor utama: pendistribusian zakat untuk kebutuhan darurat dan pemberdayaan melalui intervensi produktif. “Kami ingin memastikan bahwa intervensi ekonomi produktif yang kami lakukan dapat membawa mustahiq dari ketergantungan menuju kemandirian,” tambahnya.
Saidah berharap hasil riset ini dapat menjadi dasar yang solid dalam pembuatan kebijakan tata kelola zakat di Indonesia. “Kebijakan tata kelola zakat harus berbasis pada hasil riset dan kajian yang matang, bukan hanya berdasarkan asumsi,” tegasnya.
Tujuan Program Beasiswa Riset BAZNAS
Ketua BAZNAS, Noor Achmad, menambahkan bahwa Program Beasiswa Riset BAZNAS bertujuan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama mustahiq. Ia menyoroti pentingnya pemberdayaan di bidang ekonomi dengan memberikan contoh bantuan untuk usaha kecil seperti warung di desa dan program balai ternak. “Kami memberikan bantuan mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 15 juta untuk memperbaiki warung-warung kecil dan sekitar Rp 500 juta untuk balai ternak. Program-program ini sangat diminati oleh masyarakat mustahiq,” jelas Noor.
Noor juga mengakui tantangan dalam memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kami memerlukan kajian yang mendalam untuk menentukan program yang paling efektif bagi ekonomi pedesaan. Kerja sama dengan BRIN dan lembaga riset lainnya sangat penting untuk memastikan bantuan kami tepat sasaran,” tambahnya.
Noor menekankan pentingnya kontribusi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan. “Kami memasukkan dana riset dan pendidikan sebagai bagian dari dana fi sabilillah karena pertarungan di masa depan adalah pertarungan ilmu pengetahuan dan teknologi. BAZNAS ingin berkontribusi dalam memenangkan pertarungan ini,” tegas Noor.
Pentingnya Sinergi Antara BAZNAS dan BRIN
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyatakan dukungan penuh terhadap Program Beasiswa Riset BAZNAS. Ia menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan BRIN dalam mengelola dan mengembangkan talenta riset nasional. “Sinergi antara program BAZNAS dan BRIN adalah peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dalam memberdayakan mustahiq. Kami yakin program ini dapat disinergikan dengan skema BRIN, sehingga peneliti muda, termasuk mustahiq, dapat berkontribusi pada kemajuan bangsa,” ujar Handoko.
Baca juga : Seleksi PPPK 2024 Dibuka: Peluang Besar bagi Tenaga Honorer
Handoko juga menyoroti pentingnya mendorong anak-anak muda berbakat untuk mencapai potensi penuh mereka. “Talenta ini akan membawa kemajuan bagi negara. Kami berharap mereka yang didorong oleh program ini—baik sebagai peneliti, akademisi, atau pelaku industri—akan menjadi penggerak perubahan yang mengangkat mustahiq menjadi muzaqi di masa depan,” kata Handoko.
Ia juga mengajak BAZNAS untuk bekerja sama lebih erat dengan BRIN, khususnya melalui Deputi SDM Iptek BRIN, yang menyediakan berbagai skema dukungan studi. “BRIN mendukung hampir 1.000 mahasiswa dari S-1 hingga S-3 setiap tahun. Kami melihat peluang untuk menggabungkan skema ini dengan program BAZNAS untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendampingan,” tutup Handoko.

