Penelitian

6 Fakta Menarik tentang Sue, Fosil T-Rex Terkenal

Advertisements

Pada 12 Agustus 1990, seorang pemburu fosil bernama Sue Hendrikson dari Black Hills Institute of Geological Research memulai pencariannya di South Dakota. Saat timnya memperbaiki ban yang kempes, Sue mendaki dengan anjing golden retriever-nya dan mencapai ketinggian 18 meter. Dari sana, ia melihat tiga tulang besar mencuat dari batuan. Penemuan ini mengarah kepada kerangka Tyrannosaurus rex terlengkap yang pernah ada.

Tim beranggotakan enam orang tersebut bekerja keras selama 17 hari untuk mengeluarkan semua tulang dari lokasi tersebut. Namun, konflik hukum muncul setelah dua tahun ketika agen FBI menyita fosil, karena dianggap diambil dari tanah yang dipercayakan kepada Pemerintah Federal. Setelah berlarut-larutnya sengketa, fosil yang kini dikenal sebagai “Sue” dilelang di Sotheby’s pada 4 Oktober 1997 dan terjual seharga $8,36 juta, menjadikannya fosil termahal saat itu. Field Museum di Chicago menjadi pemilik baru Sue dan menampilkannya di museum sejak 2000.

Pada 2018, Sue dipindahkan ke Griffin Halls of Evolving Planet di museum yang sama. Paleontolog Stephen Brusatte menyebut Sue telah menginspirasi jutaan orang, dan banyak ilmuwan yang tertarik untuk mendalami kerangka ini lebih jauh. Kini, mari kita delves ke dalam enam fakta menarik tentang Sue yang membuatnya begitu istimewa.

1. T-Rex Terlengkap yang Diketahui

Sue adalah T-Rex dewasa paling lengkap, dengan 250 dari 380 tulang yang ada dalam kerangka. Beberapa tulang langka, seperti furcula dan stapes, ditemukan dalam kerangka ini.

2. Pertumbuhan Pesat

Tulang Sue memiliki lingkaran pertumbuhan yang menunjukkan masa remaja yang ekstrem. Penelitian menunjukkan Sue dapat bertambah berat 35-45 pon setiap minggu hingga usia 20 tahun.

3. T-Rex Terbesar

Dengan panjang 12 meter dan berat 9 ton, Sue dianggap T-Rex terbesar. Namun, temuan baru di Saskatchewan, yang dijuluki “Scotty,” sedikit lebih besar, meski perbedaan antara keduanya masih dalam batas kesalahan.

4. Usia Tertua

Sue diperkirakan berusia 33 tahun saat mati, menjadikannya salah satu T-Rex tertua yang pernah ditemukan. Hal ini dibuktikan melalui penelitian cincin pertumbuhan tulang.

5. Hidup dengan Penyakit

Penelitian pada kerangka Sue mengungkapkan bahwa dia mengalami beberapa masalah kesehatan, termasuk asam urat dan radang sendi. Ia tampaknya terus menderita sakit hingga akhir hayatnya.

Baca juga : Lebih dari 8 Juta Ton Sampah Plastik Dibuang ke Laut

6. Dampak pada Perdagangan Fosil

Penemuan Sue memicu lonjakan harga fosil di pasaran. Sejak lelangnya pada tahun 1997, harga fosil dinosaurus terus meroket, bahkan mencapai lebih dari $40 juta untuk spesimen stegosaurus pada Juli 2024. Eksploitasi fosil kini menjadi masalah kompleks dalam komunitas ilmiah dan komersial.

Sue bukan hanya sekadar fosil; ia adalah simbol dari warisan yang rumit dan menarik dalam dunia paleontologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *