Mengapa Persahabatan Menjadi Kunci Umur Panjang?
Penelitian menunjukkan bahwa memiliki persahabatan yang stabil dan sehat dapat berkontribusi pada kesejahteraan dan usia panjang. Teman dekat membantu melindungi seseorang dari berbagai ancaman terhadap kesehatan.
Persahabatan Mempengaruhi Kesehatan Fisik dan Mental
Studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Psychiatry, Vol. 177, No. 10, 2020, mengungkapkan bahwa individu dengan jaringan sosial yang kuat cenderung lebih puas dengan hidup dan memiliki risiko lebih rendah terhadap depresi. Sebaliknya, kurangnya koneksi sosial—akibat isolasi atau kualitas hubungan yang buruk—dapat meningkatkan risiko kematian dini, menurut Julianne Holt-Lunstad, PhD, seorang profesor psikologi di Universitas Brigham Young, seperti yang dilaporkan oleh American Psychological Association (APA).
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memiliki teman dekat tidak hanya membawa manfaat tetapi juga dapat menularkan kebiasaan buruk. Dalam studi yang diterbitkan di Epidemiology and Psychiatric Sciences pada November 2023, peneliti menganalisis data dari hampir 13.000 orang berusia di atas 50 tahun yang berpartisipasi dalam “Studi Kesehatan dan Pensiun.” Temuan studi menunjukkan bahwa persahabatan yang berkualitas tinggi berkaitan dengan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik serta umur yang lebih panjang.
Orang dengan teman dekat cenderung lebih aktif secara fisik, mengalami penurunan risiko depresi sebesar 17%, dan kemungkinan terkena stroke sebesar 19% lebih rendah. William Chopik, seorang profesor psikologi di Michigan State University dan rekan penulis penelitian, menjelaskan bahwa persahabatan sering menjadi hubungan pilihan utama dalam hidup kita dan dapat mengurangi risiko kesepian, yang kini menjadi masalah global.
Kesepian dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti stroke, kecemasan, demensia, dan depresi, seperti yang diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Rosemary Blieszner, profesor emerita di Virginia Tech, menambahkan bahwa kepuasan emosional dari hubungan sosial dan rasa memiliki sangat penting untuk kesehatan.
Namun, studi ini juga menemukan bahwa teman dekat dapat mempengaruhi kebiasaan buruk. Mereka yang memiliki persahabatan terbaik cenderung lebih banyak merokok dan mengonsumsi alkohol, meskipun perbedaannya kecil. Chopik mencatat bahwa meski kebiasaan buruk ini ada, manfaat positif dari persahabatan bisa melawan dampaknya, sehingga individu masih memiliki umur yang lebih panjang dan kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang kurang memiliki hubungan sosial yang kuat.
Baca juga : Pendidikan Dapat Memutus Rantai Kemiskinan, Bagaimana Cara Kerjanya?
Pentingnya Persahabatan
Blieszner menegaskan bahwa pentingnya persahabatan dalam kesehatan tidak boleh diabaikan, meskipun perilaku negatif seperti merokok dan minum alkohol juga harus diperhatikan. “Perilaku kesehatan negatif sering kali menyebar dalam komunitas tertentu, sehingga teman dan hubungan sosial dapat mempengaruhi perilaku baik dan buruk,” ujarnya.
Penulis studi berharap penelitian mendatang dapat lebih mendalami aspek persahabatan, termasuk cara terbaik untuk menjalin dan memelihara hubungan sepanjang hidup. “Secara historis, persahabatan sering dianggap remeh, baik dalam penelitian maupun dalam pandangan masyarakat umum,” kata Chopik.

