Keajaiban Reproduksi Hiu: Partenogenesis Tanpa Kawin di Italia
Di Italia, dua ekor hiu betina yang hidup di Akuarium Cala Gonone telah menunjukkan sebuah fenomena yang mengesankan: reproduksi tanpa kehadiran pejantan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada 26 Juli di jurnal *Scientific Reports* mengungkapkan bahwa kedua hiu ini mampu menghasilkan keturunan melalui mekanisme yang dikenal sebagai partenogenesis fakultatif, sebuah penemuan yang sangat menarik bagi dunia sains.
Reproduksi Aseksual pada Hiu Terancam Punah
Hiu anjing pemburu halus (Mustelus mustelus), spesies yang terancam punah di Laut Mediterania dan perairan hangat lainnya, biasanya bereproduksi secara seksual. Namun, penangkapan ikan ilegal dan kerusakan habitat mengancam kelangsungan hidup mereka. Dalam situasi tersebut, dua betina yang telah berada di akuarium selama 14 tahun terakhir, tanpa kehadiran pejantan, mengadopsi metode reproduksi aseksual.
Partenogenesis, atau kelahiran perawan, adalah fenomena di mana telur berkembang menjadi keturunan tanpa mengalami pembuahan oleh sperma. Meskipun fenomena ini tidak umum terjadi pada vertebrata, ia telah diamati pada beberapa reptil seperti buaya dan ular air, amfibi, serta ikan. Penelitian ini memberikan bukti bahwa hiu dapat memanfaatkan mekanisme ini untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang semakin menantang.
Penemuan Mengejutkan tentang Frekuensi dan Keberhasilan Reproduksi2
Studi tersebut menemukan bahwa kedua hiu betina ini mampu melakukan partenogenesis sekitar sekali setahun. “Menariknya, temuan ini menunjukkan bahwa partenogenesis dapat terjadi secara bergantian antara kedua betina setiap tahun, menyingkirkan kemungkinan penyimpanan sperma jangka panjang sebagai penyebabnya,” kata para penulis studi tersebut, seperti dilansir oleh Live Science pada 7 Agustus 2024.
Sejak 2016, pasangan hiu ini telah melahirkan empat keturunan, meskipun hanya satu yang bertahan hidup hingga saat ini. Anak hiu pertama lahir pada 2016 tetapi tidak bertahan hidup. Kemudian, anak hiu lahir pada 2020, 2021, dan 2023, dengan hanya yang lahir pada 2021 yang masih hidup hingga saat ini. Peneliti melakukan analisis DNA untuk memastikan bahwa keturunannya memiliki gen identik dengan induknya, menegaskan bahwa reproduksi tersebut memang hasil dari partenogenesis.
Baca juga : Persiapkan Diri: Syarat Pendaftaran CPNS 2024
Implikasi bagi Konservasi dan Pemahaman Reproduksi Hiu
Penemuan ini menyoroti pentingnya partenogenesis sebagai mekanisme adaptif dalam populasi hiu yang jumlah pejantan nya menurun. “Penemuan ini sangat berharga untuk meningkatkan pemahaman kita tentang strategi reproduksi hiu dan dapat memberikan wawasan berharga untuk upaya konservasi spesies yang terancam punah,” ujar para peneliti.
Studi ini menambah pengetahuan kita tentang bagaimana spesies yang terancam punah dapat mengatasi tantangan lingkungan dan tekanan manusia melalui strategi reproduksi yang tidak biasa. Ini juga memberikan harapan bagi konservasi hiu dan menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap habitat mereka serta upaya melawan penangkapan ikan ilegal yang mengancam keberadaan mereka.
Dengan semakin berkembangnya pemahaman tentang mekanisme reproduksi seperti partenogenesis, kita dapat lebih baik dalam merancang strategi konservasi yang efektif untuk melindungi spesies-spesies yang terancam punah dan memastikan kelangsungan hidup mereka di masa depan.

