Eksplorasi Gua Karst di Banggai: Penemuan Menarik dari UGM
Indonesia, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan lautan yang luas, menyimpan banyak wilayah yang belum dieksplorasi. Salah satunya adalah Gua Karst di Banggai, Sulawesi Tengah. Belum lama ini, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan Ekspedisi Internasional Banggai Series 1 pada 17-27 Agustus 2024 untuk mengungkap potensi geologi daerah ini.
Eksplorasi dan Penemuan
Ekspedisi yang melibatkan ahli internasional ini dipimpin oleh Drs Hendrie Adji Kusworo MSc PhD, dari UGM. Fokusnya adalah studi karst, yaitu area dengan batu kapur yang melarut dan membentuk gua. Penemuan ini adalah langkah awal untuk penelitian lebih lanjut.
Keunikan Karst Banggai
Tim peneliti menemukan keunikan pada karst Banggai dibandingkan dengan lokasi lain di Indonesia. Karst di Banggai tersembunyi di bawah tanah dan laut, menambah tantangan eksplorasi dengan teknik seperti cave diving. Selama sepuluh hari, tim menjelajahi tiga wilayah utama: Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.
Baca juga : Eksploitasi Air Tanah Meningkat
Penemuan Baru
- Udang Maote: Fenomena “White Rain” di dalam gua, di mana tetesan air putih seperti hujan menetes. Nama Udang Maote diambil dari masyarakat lokal.
- Cenote Indonesia: Cenote dengan kedalaman 33 meter ditemukan di Banggai. Penyelaman ke cenote ini membutuhkan peralatan khusus.
- Lapisan Tebal Hidrogen Sulfida: Ditemukan lapisan H2S tebal di kedalaman 20 meter, melebihi ketebalan biasa, dan beberapa spesies udang ditemukan dapat bertahan di lingkungan ekstrem ini.
Penemuan ini membuka peluang untuk penelitian lebih dalam tentang karst di Indonesia, memberikan kontribusi signifikan pada ilmu pengetahuan global.

