Penelitian

BRIN Tampilkan Inovasi Pertanian di Jateng Agroinnovation Expo

Advertisements

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Tanaman Pangan memanfaatkan kesempatan Jateng Agroinnovation Expo untuk memperkenalkan hasil riset pertanian terbaru. Acara yang berlangsung dari 21 hingga 26 Agustus 2024 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ini merupakan hasil kolaborasi antara BRIN dan Dinas Pertanian serta Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Expo ini terbuka untuk masyarakat umum dan berfungsi sebagai platform untuk memperkenalkan inovasi teknologi dalam sektor pertanian. Vina Eka Aristya, peneliti dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, menjelaskan bahwa tujuan utama dari keikutsertaan BRIN adalah memperkuat jaringan dan kemitraan dalam pengembangan pertanian. Ini termasuk riset mengenai padi yang dilaksanakan di Agro Center Soropadan, yang merupakan bagian dari Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

Pengembangan Teknologi Inovatif dalam Pertanian

Kerja sama antara BRIN dan berbagai instansi bertujuan untuk mengembangkan teknologi inovatif dalam pertanian. “Riset kami mencakup beberapa aspek penting, termasuk akselerasi adopsi varietas unggul padi baru, uji adaptabilitas varietas, dan kajian efisiensi pemupukan berbasis lokasi. Kami juga mengeksplorasi penggunaan pupuk organik dan vermikompos,” ungkap Vina.

Beberapa varietas unggul padi yang diuji dalam riset ini meliputi Gamagora 7, IPB 3S, Inpari 32 HDB, Mantap, dan Srinuk. “Tujuan dari pengujian efisiensi pemupukan adalah untuk meningkatkan hasil padi di lahan suboptimal. Kami menerapkan pupuk yang sesuai dengan rekomendasi, serta menggunakan nitrobacter, vermikompos, dan kombinasi ketiganya,” jelas Vina lebih lanjut.

Vina juga menekankan bahwa penggunaan varietas padi yang unggul dan adaptif, pemupukan yang sesuai lokasi, serta aplikasi pupuk organik dan vermikompos merupakan pilar utama untuk mencapai pertanian berkelanjutan. “Pendekatan teknologi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” tambahnya.

Pengembangan Pupuk Organik Lokal

Dalam penjelasan lebih jauh, Vina menjelaskan bahwa riset ini juga fokus pada pengembangan pupuk organik lokal dengan memanfaatkan bahan baku yang melimpah. “Kami memanfaatkan vermikompos yang dihasilkan dari cacing tanah lokal untuk meningkatkan struktur tanah dan ketersediaan nutrisi tanaman,” ujarnya.

Kolaborasi ini juga mendukung program penyuluhan dan pelatihan bagi petani serta masyarakat setempat. Ini termasuk menyebarkan informasi mengenai varietas unggul baru dan teknologi inovatif, serta mendorong partisipasi aktif dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Vina menambahkan bahwa pameran ini merupakan langkah strategis untuk mempromosikan teknologi budidaya yang cerdas terhadap perubahan iklim. Hal ini penting untuk memenuhi preferensi konsumen yang menginginkan varietas dengan hasil tinggi, toleransi terhadap hama dan penyakit, serta kemampuan adaptasi yang baik.

Baca juga : Universitas Pertamina Buka Lowongan Dosen

Jateng Agroinnovation Expo menampilkan lebih dari 200 stan dan display inovasi lainnya. Selain itu, acara ini juga menyajikan berbagai festival pertanian yang tidak hanya menyasar petani, tetapi juga melibatkan industri, inovator muda, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *