Penelitian

BRIN Memperkenalkan Inovasi Riset Pertanian di Jateng Agroinnovation Expo

Advertisements

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama BRIN dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.

Expo ini, yang terbuka untuk umum, menjadi platform penting untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi dalam bidang pertanian. Vina Eka Aristya, peneliti dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan memperkuat jaringan dan kemitraan dalam pengembangan pertanian, khususnya melalui riset padi yang dilakukan di Agro Center Soropadan, milik Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

Pengembangan Inovasi Teknologi Tanaman Pangan

Kerja sama antara BRIN dan instansi terkait berfokus pada pengembangan inovasi teknologi untuk tanaman pangan. “Riset yang kami lakukan mencakup berbagai aspek, seperti akselerasi adopsi varietas unggul padi baru, uji adaptabilitas, serta kajian efisiensi pemupukan berbasis lokasi. Kami juga meneliti penggunaan pupuk organik dan vermikompos,” ungkap Vina.

Dalam riset tersebut, beberapa varietas unggul padi yang diuji termasuk Gamagora 7, IPB 3S, Inpari 32 HDB, Mantap, dan Srinuk. “Tujuan dari pengujian efisiensi pemupukan adalah untuk meningkatkan produksi padi di lahan yang kurang optimal. Kami menggunakan pupuk yang sesuai dengan rekomendasi, aplikasi nitrobacter, vermikompos, serta kombinasi ketiganya,” jelas Vina.

Vina menekankan bahwa penggunaan varietas padi yang unggul dan adaptif, serta pemupukan spesifik lokasi, bersama dengan aplikasi pupuk organik dan vermikompos, adalah elemen kunci dalam mencapai pertanian berkelanjutan. “Kombinasi teknologi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Vina menjelaskan bahwa riset ini juga berfokus pada pengembangan pupuk organik lokal dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia melimpah. “Pemanfaatan vermikompos, yang dihasilkan dari cacing tanah lokal, bertujuan untuk meningkatkan struktur tanah dan ketersediaan nutrisi bagi tanaman,” ujarnya.

Baca juga : Karya Busana Siswa Indonesia Akan Menghiasi Front Row Paris 2024

Program Penyuluhan dan Pelatihan bagi Petani

Kolaborasi ini juga mendukung program penyuluhan dan pelatihan bagi petani serta masyarakat setempat. Ini termasuk penyebaran informasi mengenai varietas unggul baru dan teknologi inovatif, serta mendorong partisipasi aktif dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Vina menambahkan bahwa pameran ini adalah langkah strategis untuk mempromosikan penerapan teknologi budidaya cerdas iklim yang efisien. Hal ini penting untuk menyesuaikan dengan preferensi konsumen terhadap varietas yang memiliki potensi hasil tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, serta kemampuan adaptasi yang baik.

Jateng Agroinnovation Expo menampilkan lebih dari 200 stan dan display inovasi lainnya. Selain itu, acara ini juga menyajikan berbagai festival pertanian yang tidak hanya ditujukan kepada petani, tetapi juga melibatkan industri, inovator muda, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kabupaten/Kota dan Provinsi Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *