Uncategorized

Prasasti Sukabumi: Jejak Rekayasa Pengairan dan Hari Jadi Kediri

Advertisements

Pada periode awal masuknya pengaruh budaya Hindu-Buddha, aspek bahasa dan aksara menjadi hal yang penting dalam masyarakat Nusantara. Nenek moyang kita mengadopsi aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta untuk menulis prasasti-prasasti mereka. Namun, mereka juga terus melakukan kreasi dengan menggabungkan unsur India tersebut dengan kekhasan lokal. Pada abad ke-7, penguasa Sriwijaya mulai menggunakan bahasa Melayu Kuno untuk prasasti-prasasti mereka. Aksara Pallawa kemudian dimodifikasi dan dikembangkan menjadi beberapa aksara lokal, salah satunya aksara Jawa Kuno.

Temuan Prasasti Sukabumi

Menurut P.J. Zoetmulder, Prasasti Sukabumi atau Prasasti Harinjing merupakan bukti tertua penggunaan bahasa dan aksara Jawa Kuno. Prasasti ini memuat tiga inskripsi dengan angka tahun yang berbeda. Yang tertua berasal dari tahun 726 Saka alias 804 Masehi.

Prasasti Sukabumi ditemukan di perkebunan kopi kolonial Sukabumi di wilayah Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penemuan ini terkait dengan pembukaan Perkebunan Kopi Sukabumi di Kediri. Pada tahun 1916, administrator perkebunan bernama W. Pet melaporkan keberadaan prasasti tersebut. Prasasti ini kemudian disimpan di halaman kantor administrator sehingga terlindungi dari kerusakan akibat cuaca.

Inskripsi tertua pada Prasasti Sukabumi menceritakan tentang penetapan anugerah sima (tanah bebas pajak) Culanggi dari maharaja Mataram Kuno kepada Bhagawanta Bhari. Hal ini terkait dengan pembangunan dawuhan (bendungan) Kali Serinjing oleh Bhagawanta Bhari. Penemuan prasasti ini juga memberikan gambaran tentang sistem pengelolaan lingkungan hidup nenek moyang kita.

Dalam inskripsi Prasasti Harinjing B, terdapat penyebutan nama Kadiri atau Kediri untuk pertama kalinya dalam sejarah. Prasasti ini kemudian menjadi dokumen penting untuk menentukan hari jadi Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan tanggal 25 Maret 804 Masehi sebagai Hari Jadi Kediri berdasarkan temuan ini.

Prasasti Sukabumi bukan hanya memberikan informasi sejarah, tetapi juga memberikan wawasan tentang sistem pengelolaan sumber daya air dan pembangunan masyarakat pada masa itu. Dengan penelitian lebih lanjut, kita dapat lebih memahami peran penting Prasasti Sukabumi dalam sejarah dan perkembangan masyarakat Jawa Kuno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *