Mengapa Indonesia Memiliki Pemain Judi Online Terbanyak?
Fenomena judi online di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Menurut survei Drone Emprit, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan jumlah pemain judi online terbanyak di dunia, dengan total 201.122 orang. Angka ini jauh melampaui negara-negara lain seperti Kamboja (26.279 orang), Filipina (4.207 orang), Myanmar (650 orang), dan Rusia (448 orang), sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia.
Dampak Tingginya Jumlah Pemain Judi Online
Dosen Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), Vindaniar Yuristamanda Putri SIA MM, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pemain judi online berdampak pada perputaran dana yang sangat besar. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa perputaran dana judi online pada triwulan pertama 2024 mencapai Rp 600 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.
Angka tersebut mencerminkan besarnya skala perputaran dana dalam perjudian online, yang melibatkan dana dari pemain, bandar kecil, hingga bandar besar. Vindaniar menjelaskan bahwa sulitnya deteksi dana ini oleh pemerintah disebabkan oleh praktik para bandar yang menggunakan rekening orang lain untuk menyembunyikan transaksi.
“Para bandar sering memanfaatkan rekening orang lain untuk mengumpulkan dana, sehingga praktiknya sulit terdeteksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mudah untuk melarikan uang ke luar negeri,” ujar Vindaniar seperti dikutip dari rilis UI pada Jumat (2/8/2024).
Penyebab Populernya Judi Online di Indonesia
- Iklan Judi Online
Judi online kini semakin mudah ditemukan berkat iklan yang masif dan terintegrasi dengan algoritma internet. Iklan ini sering muncul di media sosial dan mesin pencarian, bahkan jika pengguna hanya mencari informasi secara pasif. “Iklan-iklan ini sering kali tidak secara eksplisit menyebutkan ‘judi online’, tetapi dengan tampilan menarik, mereka dapat membuat orang tertarik untuk bergabung tanpa menyadari bahwa itu adalah bentuk perjudian,” jelas Vindaniar.
- Rasa Penasaran
Iklan yang terus menerus dapat menimbulkan rasa penasaran. Vindaniar menjelaskan bahwa rasa penasaran ini bisa menjadi pendorong utama seseorang untuk mencoba judi online, dan sering kali berlanjut menjadi ketagihan jika mereka mulai memperoleh keuntungan.
- Masalah Ekonomi
Banyak pelaku judi online berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang mencari cara cepat untuk mendapatkan uang tambahan. Meskipun judi online bisa menawarkan keuntungan besar di awal, pada akhirnya pemain akan mengalami kerugian yang signifikan.
- Perasaan Senang
Judi online memberikan efek kesenangan bagi pemain, terutama pada awal permainan. “Awalnya, pemain mungkin merasakan kemenangan dan keuntungan, namun pada akhirnya mereka sering kali menjadi ketagihan dan kehilangan semua aset yang dimiliki, menyebabkan masalah ekonomi dan psikologis,” kata Vindaniar.
- Rendahnya Literasi Keuangan
Rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat juga berkontribusi pada tingginya angka perjudian online. “Peningkatan literasi keuangan sangat penting agar masyarakat dapat mengelola uang dengan bijak dan terhindar dari praktik perjudian yang merugikan,” tambah Vindaniar.
Tindakan yang Disarankan
Vindaniar menyarankan agar masyarakat tidak tergiur oleh tawaran uang cepat dari judi online, yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti kerugian finansial, utang, kemiskinan, dan kecanduan. Ia mendorong pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, mulai dari menabung dan mempersiapkan dana darurat, sebagai alternatif yang lebih aman dan produktif.
“Literasi keuangan harus terus dikampanyekan agar masyarakat Indonesia dapat menghindari tindakan ilegal seperti judi online yang hanya membawa dampak buruk,” tutup Vindaniar.

