BRIN Eksplorasi Mikroba dengan Data Omiks
Peneliti dari Pusat Riset Rekayasa Genetika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Joko Pebrianto Trinugroho, sedang menyelidiki microbial omics atau omiks pada mikroba. “Dengan mempelajari komunitas mikroba, kita dapat mengungkap banyak mikroba yang belum diteliti secara mendalam, termasuk fungsi, struktur, dan manfaatnya. Ini mencakup ekosistem-ekosistem yang memiliki peranan penting, seperti tanah, pertanian, dan lingkungan ekstrem,” ujar Joko dalam Friday Scientific Sharing Seminar, Jumat (23/8).
Joko menjelaskan bahwa omiks adalah ilmu yang menganalisis kumpulan besar data mengenai struktur dan fungsi sistem biologis, termasuk bakteri, tumbuhan, dan organisme lainnya. “Studi microbial omics berhubungan dengan bakteri dan ragi karena memungkinkan kita untuk memahami patogenitas mikroba. Misalnya, pada pandemi COVID-19, kita bisa membedakan varian-varian dan memahami dampaknya melalui mutasi dalam genom,” tambah Joko.
Dengan menggunakan proteomik, Joko menjelaskan, kita dapat mengamati proses patogenesis serta memperkirakan obat atau senyawa yang bisa digunakan untuk melawannya.
Penjelasan tentang Omiks
Omiks memiliki berbagai cabang, termasuk genomics, metagenomics, transcriptomics, metatranscriptomics, proteomics, metaproteomics, dan metabolomics. Genomics mempelajari gen dan genom, termasuk sequencing genom, studi genome-wide, dan association studies yang sangat populer saat ini. Epigenomics dan cistromics berhubungan dengan modifikasi DNA seperti metilasi, modifikasi histone, aksesibilitas kromatin, ikatan faktor transkripsi, dan struktur 3D genom.
Transcriptomics memfokuskan pada mRNAs, splicing, non-coding RNAs, serta modifikasi RNA. Proteomics mencakup phosphoproteome, ubiquitylome, glycoproteome, dan modifikasi tambahan. Sementara metabolomics meneliti lipida, gula, nukleotida, dan asam amino.
Baca juga : BRIN Memperkenalkan Inovasi Riset Pertanian di Jateng Agroinnovation Expo
Secara umum, omiks menawarkan empat aplikasi potensial: kesehatan, bioteknologi, pertanian, dan ekologi. Dalam kesehatan, contohnya meliputi penemuan biomarker dan obat-obatan. Dalam bioteknologi, omiks berpotensi dalam penemuan antibiotik baru, produksi bioenergi, biofuel, dan biokatalis. Di bidang pertanian, aplikasinya termasuk ketahanan tanaman terhadap hama. Sedangkan dalam ekologi dan lingkungan, omiks dapat digunakan untuk mengembangkan metode remediasi yang efektif.
Kepala Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Ratih Asmana Ningrum, menambahkan bahwa dalam biologi, omiks merupakan studi yang mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mengkuantifikasi semua biomolekul serta proses molekuler yang berkontribusi pada bentuk dan fungsi sel serta jaringan. Saat ini, data omiks telah diaplikasikan dalam pemuliaan tanaman, bioprospeksi, rekayasa, serta dalam upaya mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan di berbagai bidang seperti kesehatan, pertanian, lingkungan, dan bioindustri.

