Beasiswa MBA di AS
Yayasan Mochamad Thohir, berkolaborasi dengan William & Lily Foundation, kini membuka pendaftaran untuk beasiswa TAMBA (Thohir & Alumni USC Indonesia) dan SAMBA (Soerjadjaja AUSCI MBA) hingga 31 Agustus 2024. Beasiswa ini memberikan kesempatan langka bagi para profesional muda untuk melanjutkan studi mereka di program MBA International Business Education and Research (IBEAR) di University of Southern California (USC) Marshall School of Business yang terletak di Los Angeles, Amerika Serikat.
Menurut Garibaldi Thohir, ketua Yayasan Mochamad Thohir, penerima beasiswa akan menjalani program MBA intensif selama satu tahun. Program ini melibatkan proyek-proyek nyata yang berfokus pada penyelesaian masalah bisnis di tingkat global.
Garibaldi Thohir, yang akrab dipanggil Boy Thohir, menambahkan bahwa selama masa beasiswa, penerima akan memperoleh dukungan penuh berupa biaya kuliah, tunjangan hidup, serta biaya tiket pesawat pulang-pergi Indonesia-AS yang totalnya mencapai USD 200.000 atau sekitar Rp 3,2 miliar per tahun dari dana yang disediakan oleh keluarga Thohir dan Soerjadjaja.
“Program satu tahun yang padat ini, ditambah dengan pengalaman kerja dalam proyek-proyek nyata di luar negeri, akan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi penerima beasiswa,” ujar Boy Thohir di kantor Adaro Energy, Menara Karya, Jakarta, pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Program MBA di USC Marshall School of Business
Berdasarkan informasi dari situs resmi USC Marshall School of Business, program MBA selama satu tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman intensif dalam bidang administrasi bisnis. Selama program, mahasiswa akan terlibat dalam proyek konsultasi berdurasi empat bulan, yang bertujuan untuk menyelesaikan tantangan bisnis global yang sesungguhnya bersama rekan-rekan, pengajar, dan klien.
USC Marshall School of Business, yang terletak di pantai barat Amerika Serikat, biasanya menerima sekitar 55 mahasiswa MBA dari 12 hingga 15 negara setiap tahun. Sekitar 80% dari mahasiswa tersebut berusia antara 32 hingga 40 tahun, dan sepertiganya mendapatkan dukungan dari perusahaan atau bisnis keluarga.
Program IBEAR MBA yang telah berjalan sejak tahun 1978, kini memiliki lebih dari 2.100 alumni dari 60 negara. Salah satu alumninya adalah Dr. Ari Firmandi, Director of Transaction and Advisory Services di Ernst & Young, yang juga memiliki latar belakang akademis dari Teknik Sipil ITB dan S2 di Construction Management, USC.
Dr. Ari menjelaskan bahwa masa studi selama satu tahun dan pengalaman profesional mahasiswa menjadi daya tarik utama dari program IBEAR MBA di USC. Data menunjukkan bahwa mahasiswa di USC Marshall School of Business umumnya memiliki pengalaman profesional rata-rata 12 tahun dari berbagai sektor dan negara. Beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship mensyaratkan pelamar untuk memiliki pengalaman profesional minimal enam tahun di korporasi atau usaha yang telah berkembang.
Proyek Nyata dan Jejaring Global
Memasuki semester akhir program, mahasiswa IBEAR MBA di USC akan menghadapi proyek nyata yang melibatkan interaksi dengan pelaku bisnis global dari perusahaan-perusahaan ternama. Jejaring USC di kawasan Pacific Rim memungkinkan mahasiswa untuk menjalani proyek di berbagai lokasi seperti Amerika, Korea, dan India.
Dr. Ari Firmandi mengisahkan pengalamannya pada tahun 2006 ketika terlibat dalam proyek dengan Lockheed Martin, perusahaan pertahanan global. Ia bertugas melakukan riset untuk market entry di India, dengan fokus pada teknologi IT, yang menjadi salah satu aspek utama dari program IBEAR MBA.
Hasil proyek mahasiswa seringkali diadopsi oleh perusahaan klien, memberikan nilai tambah yang signifikan dalam pengalaman mereka. “Proyek yang dilakukan mahasiswa tidak hanya menjadi materi pelajaran, tetapi juga berpotensi diterima dan diimplementasikan oleh perusahaan,” jelas Dr. Ari.
Boy Thohir juga menekankan pentingnya jejaring global yang ditawarkan oleh USC. Mahasiswa berkesempatan untuk bertemu dengan CEO dari berbagai perusahaan terkemuka, seperti Starbucks dan Astra. Selain itu, alumni USC tersebar di seluruh dunia dan seringkali terlibat dalam konferensi global yang dihadiri ribuan peserta.
Baca juga : Pendaftaran Program Pertukaran Pelajar KL-YES 2025 Dibuka
Kesempatan Mentoring dan Masa Depan
Salah satu keuntungan tambahan dari beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship adalah peluang untuk mendapatkan bimbingan dari alumni USC Indonesia, termasuk Boy Thohir. Harapannya, melalui studi, proyek, jejaring, dan mentoring, para penerima beasiswa dapat berkontribusi pada kemajuan Indonesia dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
“Tujuan akhir dari program ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong entrepreneurship. Kami berharap para alumni tidak hanya akan sukses dalam karir mereka tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia,” kata Boy Thohir.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai beasiswa TAMBA & SAMBA Scholarship di program IBEAR MBA USC, kunjungi laman resmi di https://ausci.org/scholarship/. Apakah Anda siap untuk mengambil kesempatan ini?

